PESTISIDA DAN TEKNIK APLIKASI

Rp61,430.00

Category:

Description

KATA PENGANTAR

Di Indonesia untuk keperluan perlindungan tanaman, khususnya untuk pertanian dan kehutanan sejak revolusi hijau (green revolution) hingga 2008 hingga kwartal I tercatat 200 an formulasi yang telah terdaftar dan diizinkan penggunaannya. Sedangkan bahan aktif yang terdaftar telah mencapai 353 jenis.

Dalam pengendalian hama tanaman secara terpadu, pestisida terutama pestisida organik sintetik adalah sebagai alternatif terakhir, jika cara-cara pengendalian yang lain sudah tidak mempan lagi Dan belajar dari pengalaman terutama di era revolusi hijau (green revolution), Pemerintah saat ini tidak lagi memberi subsidi terhadap pestisida organik sintetik. Namun kenyataannya di lapangan petani masih banyak menggunakannya. Menyikapi hal ini, yang terpenting adalah baik pemerintah maupun swasta terus menerus memberi penyuluhan tentang bagaimana penggunaan pestisida organik sintetik secara bijaksana dan rasional (aman dan benar). Aman terhadap pengguna akhir (petani) dan lingkungannya, benar dalam arti 5 tepat (tepat jenis pestisida, tepat cara aplikasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat takaran).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973 Untuk melindungi keselamatan manusia dan sumber-sumber kekayaan alam khususnya kekayaan alam hayati, dan supaya pestisida organik sintetik dapat digunakan efektif, maka peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973. Dalam peraturan tersebut antara lain ditentukan bahwa: tiap pestisid organik sintetik harus didaftarkan di Menteri Pertanian melalui Komisi Pestisida untuk dimintakan izin penggunaannya, hanya pestisida organik sintetik yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian boleh disimpan, diedarkan dan digunakan menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam izin pestisida itu. Tiap pestisida harus diberi label dalam bahasa Indonesia yang berisi keterangan-keterangan yang dimaksud dalam surat Keputusan Menteri Pertanian No. 429/ Kpts/Mm/1/1973 dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam pendaftaran dan izin masing-masing pestisida.

Dalam peraturan pemerintah tersebut yang disebut sebagai pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk:

  1. memberantas atau mencegah hama atau penyakit yang merusak tanaman, bagian tanaman atau hasil pertanian, memberantas gulma,
  2. mematikan daun dan mencegah pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan
  3. mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman, kecuali yang tergolong pupuk
  4. memberantas atau mencegah hama luar pada ternak dan hewan piaraan memberantas atau mencegah hama airmemberantas atau mencegah binatang dan jasad renik dalam rumah tangga, memberantas atau mencegah binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang dilindungi, dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air. Sesuai dengan definisi tersebut di atas maka suatu bahan akan termasuk dalam pengertian pestisida apabila bahan tersebut dibuat (pestisida organik sintetik), diedarkan atau disimpan untuk maksud penggunaan seperti tersebut di atas. Sedangkan menurut The United States Federal Environmental Pesticide Control Act, pestisida adalah semua zat atau campuran zat yang khusus untuk memberantas atau mencegah gangguan serangga, binatang pengerat, nematoda, cendawan, gulma, virus, bakteri, jasad renik yang dianggap hama kecuali virus, bakteria atau jasad renik yang terdapat pada manusia dan binatang lainnya. Atau semua zat atau campuran zat yang digunakan sebagai pengatur pertumbuhan tanaman atau pengering tanaman.

 

Mataram, Oktober 2018

a/n. Tim Penulis

 

Ir. Meidiwarman, M.S.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “PESTISIDA DAN TEKNIK APLIKASI”

Your email address will not be published. Required fields are marked *