PENGELOLAAN HAMA TANAMAN

Rp43,070.00

Categories: ,

Description

KATA PENGANTAR

Organisme dalam aktivitas hidupnya akan selalu berinteraksi dengan organisme lainnya dalam suatu keterlibatan dan ketergantungan yang kompleks satu sama lain. Interaksi antar organisme tersebut dapat bersifat antagonistik, kompetitif atau simbiotik. Sifat antagonistik ini dapat dilihat pada musuh alami yang merupakan agen hayati dalam pengendalian hama. Musuh alami memiliki peranan dalam pengaturan dan pengendalian populasi hama, sebagai faktor yang bekerjanya tergantung kepada kepadatan, dalam kisaran tertentu musuh alami dapat mempertahankan populasi hama di sekitar aras keseimbangan umum.

Populasi makhluk hidup di alam tidaklah statis, tetapi selalu dalam keadaan yang dinamis. Segala perubahan yang terjadi pada jumlah anggota populasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut dipelajari dalam studi dinamika populasi baik itu musuh alami hama mmaupun hama itu sendiri. Komposisi makhluk di alam tidaklah stabil sesuai dengan ukuran populasi dan ukuran jenis individu makhluk hidup tersebut. Ukuran populasi makhluk hidup tergantung pada individu-individu yang lahir, mati, datang (imigrasi), dan pergi (emigrasi). Ukuran populasi akan bertambah dengan adanya kelahiran dan imigrasi, serta berkurang dengan adanya kematian dan emigrasi. Perkembangan populasi sangat dipengaruhi oleh faktor luar (Environmental Resistance /ER dan faktor dalam (Biotic Potensial/BP). Faktor luar tersebut meliputi faktor abiotik, biotic dan makanan (inang). Sedangkan faktor dalam terdiri daya reproduksi, disversi , daya konpensasi dan adaptasi.. Oleh karena itu agar organism itu tidak menyebabkan kerusakan secara ekonmis, maka pengelolaan ke dua factor tersebut. Hal inilah yang disebut dengan Pengelolaan Hama agar dalam pengendalian hama akan keadaan yang lebih baik dan dampak negatifnya terhadap lingkungan dapat dikurangi.. Pengelolaan hama adalah pemilihan dan penggunaan cara pengendalian yang bijaksana yang menjamin keadaan yang lebih baik dari segi ekonomi, ekologi dan sosial . Dalam praktiknya terdiri dari 3 bagian yaitu:

  1. Menentukan cara memodifikasi system hidup (life system) untuk menekan populasi hama sampai dengan tingkat yang bisa ditoleransi atau bawah ambang ekonomi
  2. Menerapkan pengetahuan biologi dan teknologi masa kini untuk mencapai modifikasi yang dikehendaki dengan menerapkan ekologi (ekologi terapan
  3. Merancang prosedur pengendalian yang sesuai dengan teknologi masa kini dan kompatibel dengan aspek ekonomi dan. Dalam  pengelolaan hama tanaman secara terpadu, pestisida terutama pestisida organik sintetik adalah sebagai alternatif terakhir , jika cara-cara pengendalian yang lain sudah tidak mempan lagi  Dan belajar dari pengalaman terutama di era revolusi hijau (green revolution), Pemerintah saat ini tidak lagi memberi subsidi terhadap pestisida organik sintetik . Namun kenyataannya di lapangan petani masih banyak menggunakannya.  Menyikapi hal ini, yang terpenting adalah baik pemerintah maupun swasta terus menerus memberi penyuluhan tentang bagaimana penggunaan pestisida organik sintetik secara bijaksana dan rasional  (aman dan benar).  Aman terhadap pengguna akhir (petani) dan lingkungannya, benar dalam arti 5 tepat (tepat jenis pestisida, tepat cara aplikasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat takaran), sehingga Pengelolaan Hama Tanaman di lapang dapat diterapkan secara optimal.. Semoga Buku Ajar Pengelolaan Hama Tanaman sejenis lainnya yang kami siapkan senantiasa berguna bagi mahasiswa dan kalangan akademis  demi kemajuan Fakultas Pertanian Unram di masa-masa yang akan datang.

 

Mataram, 11 Maret 2019

Tim Penulis,

 

ttd

 

Meidiwarman

NIP.19560506198303 1 003

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “PENGELOLAAN HAMA TANAMAN”

Your email address will not be published. Required fields are marked *